Hai semuanyaaaa, kali ini topik pembahasan pada postingan saya adalah TIKUS. Siapa yang ngga kenal sama tikus? Hewan pengerat ini sangat eksis di kalangan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, petani dan tentunya mahasiswa jurusan biologi :D Tikus ini beda dengan tikus-tikus pada umumnya. Tikus ini tidak perlu dibedah untuk dipelajari, karena tikus ini sudah jadi objek 3D dalam pembelajaran (nahloh?!). Nah biar tau lebih dalamnya gimana, makanya stay at this page guys!
Ilmuwan Jepang sukses membuat tikus menjadi transparan dengan menghilangkan pigmen yang memengaruhi warna jaringan hewan itu.Kazuki Tainaka, pemimpin proyek ini, mengatakan bahwa keberhasilan ini akan mendukung penelitian tentang perkembangan embrio, kanker, dan organ dalam.Embrio, kanker, dan organ dalam bisa dipelajari dalam tiga dimensi tanpa melakukan prosedur pembedahan yang selama ini selalu dilakukan. Untuk menyulap tikus menjadi transparan, Tainaka dan rekannya dari University of Tokyo dan Japan Science and Technology Agency fokus pada molekul bernama heme.
Heme adalah salah satu penyusun senyawa hemoglobin, pigmen yang membuat darat berwarna merah sekaligus berperan mengangkut oksigen ke sel. Ilmuwan menyuntikkan cairan dengan kadar garam tinggi, membiarkannya disirkulasikan ke seluruh tubuh tikus lewat jantung. Cairan bakal membuat darah keluar dari pembuluh. Setelahnya, tikus direndam selama 2 minggu dalam zat kimia yang akan memecah hemoglobin menjadi heme dan globin. Pemecahan bakal membuat tikus menjadi transparan. Untuk menganalisis organ atau jaringan kanker, ilmuwan bisa menggunakan laser. Laser menembus organ, membuat ilmuwan mampu melihat strukturnya dengan detail.
Tikus merupakan hewan andalan dalam penelitian biomedis. Mereka kerap dipakai karena memiliki banyak kemiripan biologi dengan manusia. Mereka juga dapat digunakan untuk mensimulasikan penyakit manusia. Satu abad terakhir, para ilmuwan telah mampu membuat jaringan transparan. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa metode baru dikembangkan. Tahun 2013, misalnya, teknik yang menghasilkan otak tikus transparan menjadi berita utama. Hasil penelitian dengan otak transparan ini jauh lebih rinci daripada yang dihasilkan sinar-X atau uji MRI.
Sementara itu, tikus transparan akan berguna untuk proyek-proyek seperti pemetaan rincian sistem saraf atau penyebaran kanker, kata Tainaka dan rekannya dari University of Tokyo dan Japan Science and Technology Agency, peneliti senior yang menulis makalah tentang hal tersebut. Penelitian dengan tikus transparan juga dapat membantu dokter menganalisa sampel biopsi manusia.
Teknik dalam penelitian tikus tembus pandang ini melibatkan upaya dalam memompa serangkaian bahan kimia melalui pembuluh darah, serta bagian lain di otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa bahan kimia membentuk tautan untuk menahan jaringan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar