Sabtu, 03 Januari 2015

Subhanallah, Kerja Otak Lebih Aktif Saat Berdoa?

Kalau kita membahas hal yang satu ini, tidak henti-hentinya kita mengucapkan Maha Suci bagi Allah SWT, betapa tidak kalau otak yang kita gunakan sampai saat ini mempunyai fakta yang sangat mengagumkan berdasarkan hasil penelitian medis yang sudah dilaksanakan. Mau tahu seperti apa kehebatannya? Yuk simak baik-baik dan jangan lupa tinggalkan jejak komentar serta sarannya yaa :)

Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.


Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku. Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar (otak) dalam keadaan normal. Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.

Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh. Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.


Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…

Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/22/hasil-penelitian-terbaru-terungkap-kerja-otak-lebih-aktif-saat-seseorang-berdoa-atau-shalat.html#sthash.oyLgWDF2.dpuf

Tikus Transparan, Inovasi Terbaru dalam Model Pembelajaran Anatomi

Hai semuanyaaaa, kali ini topik pembahasan pada postingan saya adalah TIKUS. Siapa yang ngga kenal sama tikus? Hewan pengerat ini sangat eksis di kalangan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, petani dan tentunya mahasiswa jurusan biologi :D Tikus ini beda dengan tikus-tikus pada umumnya. Tikus ini tidak perlu dibedah untuk dipelajari, karena tikus ini sudah jadi objek 3D dalam pembelajaran (nahloh?!). Nah biar tau lebih dalamnya gimana, makanya stay at this page guys!




Ilmuwan Jepang sukses membuat tikus menjadi transparan dengan menghilangkan pigmen yang memengaruhi warna jaringan hewan itu.Kazuki Tainaka, pemimpin proyek ini, mengatakan bahwa keberhasilan ini akan mendukung penelitian tentang perkembangan embrio, kanker, dan organ dalam.Embrio, kanker, dan organ dalam bisa dipelajari dalam tiga dimensi tanpa melakukan prosedur pembedahan yang selama ini selalu dilakukan. Untuk menyulap tikus menjadi transparan, Tainaka dan rekannya dari University of Tokyo dan Japan Science and Technology Agency fokus pada molekul bernama heme.

Heme adalah salah satu penyusun senyawa hemoglobin, pigmen yang membuat darat berwarna merah sekaligus berperan mengangkut oksigen ke sel. Ilmuwan menyuntikkan cairan dengan kadar garam tinggi, membiarkannya disirkulasikan ke seluruh tubuh tikus lewat jantung. Cairan bakal membuat darah keluar dari pembuluh. Setelahnya, tikus direndam selama 2 minggu dalam zat kimia yang akan memecah hemoglobin menjadi heme dan globin. Pemecahan bakal membuat tikus menjadi transparan. Untuk menganalisis organ atau jaringan kanker, ilmuwan bisa menggunakan laser. Laser menembus organ, membuat ilmuwan mampu melihat strukturnya dengan detail.


Tikus merupakan hewan andalan dalam penelitian biomedis. Mereka kerap dipakai karena memiliki banyak kemiripan biologi dengan manusia. Mereka juga dapat digunakan untuk mensimulasikan penyakit manusia. Satu abad terakhir, para ilmuwan telah mampu membuat jaringan transparan. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa metode baru dikembangkan. Tahun 2013, misalnya, teknik yang menghasilkan otak tikus transparan menjadi berita utama. Hasil penelitian dengan otak transparan ini jauh lebih rinci daripada yang dihasilkan sinar-X atau uji MRI.

Sementara itu, tikus transparan akan berguna untuk proyek-proyek seperti pemetaan rincian sistem saraf atau penyebaran kanker, kata Tainaka dan rekannya dari University of Tokyo dan Japan Science and Technology Agency, peneliti senior yang menulis makalah tentang hal tersebut. Penelitian dengan tikus transparan juga dapat membantu dokter menganalisa sampel biopsi manusia.
Teknik dalam penelitian tikus tembus pandang ini melibatkan upaya dalam memompa serangkaian bahan kimia melalui pembuluh darah, serta bagian lain di otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa bahan kimia membentuk tautan untuk menahan jaringan.

Jumat, 02 Januari 2015

Kenali Duniamu Lewat BioDic (Biology's Dictionary)

Tidak hanya bahasa asing yang membutuhkan kamus, ternyata ilmu biologi juga mempunyai kamus lohhh :D (nahloh?). Lebih akuratnya ini ke pengenalan istilah-istilah dalam biologi, jika saya menyebutnya kamus kurang lengkap dan tepat karena masih sedikit kosakatanya hehe :D Biar pada mantep dan memperbanyak pengetahuan tentang biologi..... Check it out one by one!
  • Abiotik : Benda mati.
  • Abisal : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah lebih dari 2000 meter.
  • Adaptasi : Penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.
  • Aerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan dengan menggunakan oksigen bebas.
  • Agen : Bibit penyakit.
  • Akinet : Sel yang mengalami penebalan dinding, ukurannya membesar dan didalamnya terdapat spora (endospora).
  • Alogami : Penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis.
  • Altituda : Letak suatu daerah bardasarkan tingginya dari permukaan air laut.
  • Amitosis : Proses pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase pembelahan sel tertentu.
  • Anaerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan tanpa memerlukan oksigen bebas.
  • Anemogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh angin.
  • Angiospermae : Tumbuhan biji terbuka.
  • Anteridiofor : Tangkai anteridium.
  • Anteridium : Organ pembentuk sel kelamin jantan (spermatozoid) pada tumbuhan paku atau lumut.
  • Antibodi : Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri/kuman.
  • Antigen : Zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh.
  • Antitoksin : Zat pelawan antigen (benda asing yang masuk tubuh).
  • Antropogami : Penyerbukan yang dibantu oleh manusia; disebut juga penyerbukan sengaja atau buatan.
  • Aplanospora : Spora yang tidak memiliki flagela.
  • Arkegonium : Bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi; menghasilkan sel gamet betina (Ovum).
  • Autogami : Penyerbukan sendiri.
  • Autotrof : Organisme berklorofil yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik.
  • Avitaminosis : Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin.
  • Badan kutub (polar body) : Produk meiosis seluler haploid yang tidak fungsional, selain oosit.
  • Bakteri (bacterium) : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
  • Basidiokarp : Tubuh buah yang merupakan tempat tumbuhnya basidium dalam Basidiomycota.
  • Basidiomycota : Jamur makroskopik.
  • Basil (bacillus) : Bakteri berbentuk batang.
  • Batial : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah 200 – 2000 meter.
  • Beri – beri : penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B.
  • Bibit Unggul : Bibit hasil seleksi secara buatan yang mempunyai sifat – sifat sesuai dengan keinginan kita.
  • binomial nomenklatur : Penamaan jenis (spesies) dengan menggunakan dua nama.
  • Biodiversitas : Keanekaragaman hayati.
  • Biogenesis : Teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
  • Bioma : Sekelompok makhluk hidup yang menempati daerah luas di permukaan bumi.
  • Biosfer : Lapisan bumi yang dihuni oleh makhluk hidup.
  • Bioteknologi : teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia.
  • Biotik : Makhluk hidup, benda hidup.
  • Blastokist (blastocyst) : Embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
  • Blastomer (blastomere) : Salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
  • Blastula : Bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
  • BOD (Biological Oxygen Demand) : Kebutuhan oksigen secara biologis.
  • Brakte (bractea) : Salah satu bagian bunga, yaitu daun pelindung yang berfungsisebagai penarik perhatian serangga penyerbuk.
  • Bryophyta : Divisi lumut daun.
  • Cagar alam : Upaya pelestarian semua sumber daya alam yang ada untuk tidak dimanfaatkan agar terjaga kelestariannya.
  • Carolus Linnaeus : Tokoh yang mencetuskan system penamaan spesies dan penamaan berbagai macam tumbuhan.
  • Charles Darwin : Pelopor sistem klasifikasi berdasarkan filogeni.
  • Chlamydomonas : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal yang dapat bergerak.
  • Chlorella : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal tidak dapat bergerak.
  • Chlorophyta : Alga Hijau.
  • Chrysophyceae : Alga Cokelat-Keemasan.
  • Chrysophyta : Alga Keemasan.
  • Ciliata : Protista bersel satu yang permukaan tubuhnya memiliki banyak rambut getar (silia).
  • Ciri poligenik (polygenic trait) : Ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
  • Coniferophyta : Tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksinya berbentuk kerucut (strobilus).
  • Culex : Sejenis nyamuk rumah yang menyebarkan larva cacing Filaria penyebab penyakit kaki gajah.
  • Cyanobacteria : Alga Hijau-Biru.
  • Cyanophyta : Alga Biru.
  • Cycas rumphii : Pakis haji.
  • Degenerasi : Penyusutan (tidak tumbuh sempurna).
  • Dekomposer : Mikroorganisme yang berperan menguraikan zat – zat sisa organik.
  • Denitrifikasi : Proses pengubahan amonium menjadi nitrogen bebas di udara oleh bakteri.
  • Detritivor : Hewan pemakan hancuran/serpihan sisa bahan – bahan organik.
  • Deuteromycota : Jamur tak tentu.
  • Dihibrid : Dua sifat berbeda.
  • Dikotil : Dua kotiledon atau dua daun lembaga/kotil pada biji.
  • Diploid : Kromosom yang berpasangan.
  • Dislokator : Sel dinding, yaitu sel yang berasal dari hasil pembelahan sel generatif pada Gymnospermae.
  • Divisi : Merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang memiliki persamaan ciri – ciri.
  • DNA (Deoxyribonucleic acid) : Asam nukleat yang digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup.
  • Dominan : sifat yang muncul pada suatu organisme.
  • Ekosistem : Suatu sistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara komponen biotik dan abiotik.
  • Eksplan : Pertumbuhan tumbuhan di luar tubuh dengan media kultur.
  • Ekstensifikasi Pertanian : Usaha memperluas lahan pertanian sehingga hasil yang diperoleh makin meningkat.
  • Embrio : Individu baru hasil pembuahan.
  • Embriogeni : Penyuburan lingkungan perairan.
  • Emigran : Orang yang meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Negara lain untuk menetap.
  • Endemik : Hanya berada di satu kawasan atau daerah.
  • Endosperma : Cadangan makanan.
  • Endospora : Spora yang terbentuk dalam sel induk sendiri.
  • Entomogami : Penyerbukan yang diperantai oleh serangga.
  • Epididimis : Anak testis.
  • Epiteka : Tutup sel pada diatom.
  • Eukariot : Organisme yang bermembran inti.
  • Eukariotik : Sel organisme yang bahan intinya diselubungi oleh membran inti.
  • Evolusi : Perubahan struktur alat tubuh organisme yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama.
  • Fasciola : Cacing hati.
  • Fenotipe : Sifat yang tampak.
  • Fertil : Subur.
  • Fertilisasi : Peleburan sel telur dengan spermatozoid (pembuahan).
  • Fetus : Janin yang sudah memperlihatkan bagian – bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.
  • Fikoeritrin : Pigmen merah laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
  • Fikosianin : Pigmen biru laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
  • Filial : Anak keturunan / generasi.
  • Filogeni : Sejarah evolusi makhluk hidup.
  • Flagela : Tonjolan berbentuk cambuk pada sutu sel yang berguna untuk alat gerak.
  • Flagellata : Golongan hewan bersel satu yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk.
  • Formalin : Bahan pengawet organ tubuh, binatang, atau mayat.
  • Fosil : Sisa – sisa makhluk hidup yang sudah membatu.
  • Fotik : Daerah yang dapat ditembus cahaya dalam bioma air.
  • Fragmentasi : Cara perkembangbiakan suatu organisme dengan jalan memotong tubuh menjadi beberapa bagian dengan setiap potongan tubuhnya dapat tumbuh menjadi individu baru.
  • Galur murni : Keturunan yang masih memiliki sifat asli.
  • Gamet : Sel kelamin.
  • Gametangium : Gonad pada tumbuhan.
  • Gastrodermis : Lapisan kulit yang berfungsi sebagai usus.
  • Gastrovaskuler : Usus yang berfungsi sebagai pengedar makanan.
  • Gen : Faktor pembawa sifat keturunan dari suatu individu.
  • Generatif : Perkembangbiakan secara kawin.
  • Genotipe : Sifat yang tidak tampak dari luar.
  • Gizi : Zat makanan, komponen penyusun bahan makanan yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan serta manjaga kesehatan tubuh.
  • Gnetum gnemon : Melinjo.
  • Gonad : Sel induk pembentuk sel kelamin.
  • Guano : Pupuk yang berasal dari kotoran burung atau kelelewar yang mengandung fosforus tinggi.
  • Gymnospermae : Tumbuhan biji terbuka.
  • Genetika : Cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.
  • Habitat : Tempat hidup suatu organisme mulai dari lahir, berkembang biak, sampai mati.
  • Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan.
  • Herbivora : Hewan pemakan tumbuh – tumbuhan.
  • Hermafrodit : Organ pembentuk sel kelamin jantan dan betina yang terdapat dalam satu tubuh.
  • Heterozigot : Pasangan gen yang tidak sama.
  • Hibrid : Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda.
  • Hibridisasi : Persilangan dari populasi yang berbeda.
  • Hidrofit : Tumbuhan yang hidup di dalam air.
  • Hidrogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh air.
  • Hifa : Benang – benang jamur.
  • Higiene : Upaya pengelolaan kesehatan yang mengarah pada usaha kesehatan individu.
  • Higrofit : Tumbuhan drat yang hidup di tempat lembab.
  • Homologi : Sama bentuk dan struktur karena berasal dari asal – usul yang sama.
  • Homozigot : Pasangan gen yang sama.
  • Hospes : Inang.
  • Implantasi : Proses penempelan zigot pada dinding rahim.
  • Imunisasi : Upaya menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan serum / vaksin.
  • Indusium : Tonjolan daun yang melindungi sorus pada tumbuhan paku.
  • Insektisida : Obat pembunuh serangga.
  • Inseminasi : Kawin suntik.
  • Intensifikasi Pertanian : Usaha peningkatan cara bertani dari yang tradisional ke cara yang lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil yang diperoleh.
  • Interferon : Protein khusus yang dihasilkan tubuh yang dapat mencegah infeksi virus.
  • Intermediat : Sifat yang bersama – sama pada suatu organisme.
  • Inti sel (nucleus) : Bagian sel eukariot yang dilingkupi membran inti dan berisi kromosom.
  • Intron : Bagian gen yang tidak menyandi. Sebagian besar gen eukariot terdiri dari sekuens DNA intron dan ekson yang berselang seling.
  • Inversi (inversion) : Kondisi genetis ketika segmen kromosom mengalami rotasi 1800 dari orientasi linear aslinya.
  • Isogami : Bentuk dan ukuran sel kelamin jantan dan betina sama.
  • James Watson : Tokoh yang menemukan struktur DNA dan RNA.
  • Jamur : Organisme eukariotik dan tidak berklorofil.
  • Jantan : Alat sel kelamin yang menghasilkan sperma.
  • Jantung Koroner : Penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Jaring – jaring makanan : Peristiwa memakan dan dimakan yang digambarkan dalam bentuk jaring – jaring yang saling berhubungan.
  • Junk Food : Makanan sampah yang tidak baik untuk dikonsumsi.
  • Kalaza : Bagian dasar bakal buah pada Angiospermae.
  • Kapsid : Selubung virus yang tersusun atas protein.
  • Kapsomer : Suatu unit protein penyusun kapsid.
  • Karnivora : Hewan pemakan daging.
  • Knidoblas : Sel – sel beracun pada ubur – ubur.
  • Kodominan : Persilangan monohibrid dominant tak penuh.
  • Konjugasi : Perkembangbiakan makhluk hidup yang belum jelas alat kelaminnya.
  • Konseptakel : Tempat anteridium / arkegonium pada Fucus.
  • Konservasi : Upaya pelestarian sumber daya alam.
  • Kopulasi : Penyimpanan sel sperma dari alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina.
  • Korion : Kantong embrio.
  • Kormus : Tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Korola : Mahkota bunga / tajuk bunga.
  • Kromonema : Benang kromosom.
  • Kromosom : Pembawa gen.
  • Labium : Bibir.
  • Lactobacillus bulgaricus : Bakteri untuk membuat yoghurt.
  • Ladybird : Sejenis kepik yang merupakan predator alami bagi serangga hama.
  • Larva : Tingkat kehidupan suatu hewan sesudah menetas dari telur.
  • Lembar fotosintesik : Pada bakteri terdapat pelipatan membran sel ke arah sitoplasma.
  • Letal : Dapat mengakibatkan kematian.
  • Limnetik : Daerah yang terbuka dan dapat ditembus cahaya matahari.
  • Lingkungan : Abiotik membentuk suatu kesatuan.
  • Lipida : Lemak.
  • Lisozim : Enzim penghancur pada virus.
  • Lokus : Letak suatu gen pada kromosom.
  • Lotik : Ekosistem yang airnya mengalir.
  • Lumbricus sp. : Cacing tanah.
  • Lumut Kerak : Hubungan simbiosis antara jamur dan alga.
  • Malakogami : Penyerbukan yang diperantai oleh siput.
  • Malnutrisi : Penyakit yang disebabkan kekurangan zat makanan tertentu.
  • Megaspora : Spora yang berukuran besar, terbentuk di dalam megasporangium.
  • Metagenesis : Pergiliran keturunan antara keturunan seksual dan aseksual.
  • Metamorfosis : Pergantian bentuk dan struktur hewan dalam siklus hidupnya dari bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
  • Mikrofil : Tempat masuknya spermatozoid ke dalam bakal biji pada tumbuhan biji.
  • Mikrosporosit : Sel induk pembentuk spermatozoid.
  • Miselium : Kumpulan benang – benang hifa.
  • Mitosis : Pembelahan inti sel.
  • Monohibrid : Satu sifat beda.
  • Mortalitas : Angka kematian.
  • mRNA : Hasil dari pencetakan (transkripsi) DNA.
  • Natalitas : Angka kelahiran.
  • Navicula : Salah satu contoh dari kelas Bacillariophyceae (Diatom).
  • Nektar : Kelenjar madu.
  • Neurospora sitophila : Jamur oncom.
  • Nikotin : Racun yang terdapat dalam tembakau.
  • Nimfa : Anak serangga yang tidak melewati tingkat larva, mirip bentuk dewasanya.
  • Nitrosomonas : Bakteri yang memecah NH3 menjadi HNO2, air, dan energi.
  • Nostoc : Sejenis Alga Hijau-Biru yang tubuhnya berbentuk bola.
  • Nukleotida : Senyawa yang tersusun atas gula, fosfat, dan basa purin atau pirimidin.
  • Nukleus : Inti sel.
  • Nukula : Tempat arkegonium pada Chara.
  • Obelia : Cnidaria air laut, yang hidup secara berkoloni.
  • Onkosfera : Embrio cacing pita yang baru menetas.
  • Oogenesis : Proses pembentukan sel telur.
  • Oogonium : Sel induk telur.
  • Ookinet : Zigot yang terbentuk.
  • Ookista : Sel telur belum matang.
  • Ordo : Tingkatan takson yang menghimpun beberapa famili.
  • Ornitogami : Penyerbukan yang diperantai oleh burung.
  • Ostium : Pori – pori pada tubuh Porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air.
  • Ovarium : Tempat pembentukan sel telur.
  • Ovipar : Bertelur.
  • Ovotestis : Organ pembentuk sel telur manjadi satu dengan organ pembentuk sel sperma.
  • Ovovivipar : Bertelur dan beranak.
  • Ovum : Sel telur.
  • Parental : Induk.
  • Pedikulum : Tangkai bunga.
  • Penyerbukan : Peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik.
  • Perigonium : Tenda bunga.
  • Polusi : Pencemaran.
  • Polutan : Bahan yang mengakibatkan polusi.
  • Populasi : Kumpulan individu sejenis di suatu daerah tertentu.
  • Predator : Hewan pemangsa hewan lain.
  • Proglotid : Ruas tubuh cacing pita tempat berlangsungnya fertilisasi.
  • Prokarion : Inti tanpa membran inti.
  • Protalium : Calon tumbuhan paku.
  • Protonema : Calon tumbuhan lumut.
  • Provirus : Calon virus, terdiri dari asam inti.
  • Rekombinasi : Kombinasi baru.
  • Replikasi : Proses penggandaan asam nukleat (DNA).
  • Reproduksi : Perkembangbiakan.
  • Reseptakulum : Dasar bunga
  • Ribosom : Organel yang berfungsi mensintesis protein.
  • Rizoid : Akar semu.
  • Rizom : Batang yang tinggal di dalam tanah.
  • Sanitasi : Upaya mengelola kebersihan lingkungan.
  • Saprofit : Cara hidup dengan menguraikan sampah / sisa – sisa zat organik.
  • Segregasi : Pembelahan.
  • Seleksi alam : Seleksi yang dilakukan alam terhadap organisme.
  • Selulase : Enzim pencerna serat tumbuhan.
  • Selulosa : Serat tumbuhan.
  • Sentromer : Bagian dari kromosom yang berfungsi untuk mengatur gerakan kromosom pada saat terjadi pembelahan sel.
  • Sinergid : Sel telur cadangan.
  • Sitokinesis : Proses pembelahan sitoplasma.
  • Sorus : Kumpulan kotak spora (sporongium).
  • Spermatozoid : Sel sperma pada tumbuhan.
  • Spesies : Jenis makhluk hidup.
  • Spora : Inti sel yang berubah fungsi manjadi alat perkembangbiakan.
  • Talus : Akar, batang dan daun belum dapat dibedakan dengan jelas.
  • Tar : Komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan.
  • Teratogen : Bahan yang menyebabkan cacat embrio.
  • Transduksi : Peristiwa penggabungan DNA dari bakteri satu dengan bakteri lain dengan perantara virus.
  • Transgenik : Indivudu yang mendapat pindahan gen dari donor dan gen itu berekspresi padanya.
  • Translasi : Proses penerjemahan kode – kode untuk mensintesis protein.
  • Tropofil : Daun yang khusus berfungsi untuk fotosintesis.
  • Tubektomi : Pemandulan / sterilisasi pada perempuan.
  • Turba Fallopi : Saluran telur.
  • Ulangan : Banyaknya individu yang diberi perlakuan sama.
  • Urogenital : Gabungan antara saluran urine dal saluran kelamin.
  • Uterus : Rahim.
  • Vagina : Lubang kelamin wanita.
  • Vaksin : Patogen yang telah dilemahkan.
  • Vaksinasi : Tindakan untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.
  • Variasi : Perbedaan kecil yang terdapat di antara individu sejenis.
  • Varietas ; Perbedaan besar dalam satu spesies.
  • Vas deferens : Saluran sperma.
  • Vasektomi : Pemandulan / sterilisasi pad laki – laki.
  • Vegetatif : Perkembangbiakan secara tidak kawin.
  • Virion : Satu unit lengkap virus yang dapat menginfeksi.
  • Vivipar : Beranak.
  • Weber : Garis yang membagi wilayah Indonesia berdasarkan penyebaran flora dan fauna.
  • Wendell Meredith Stanley : Tokoh yang berhasil mangisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda dengan bakteri.
  • Xerofit : Tumbuhan darat yang hidup di tempat kering.
  • Xilem : Jaringan pengankut yang menyangkut zat makanan dari akar ke seluruh tubuh.
  • Yolk : kuning telur.
  • Zoidiogami : Pernyebukan yang diperantai oleh hewan.
  • Zigospora : Hasil peleburan dua spora.
  • Zigot : Calon individu baru sebagai hasil peleburan sel kelamin jantan dan betina. 
Nah kurang lebih inilah daftar istilah dan pengertian yang saya ketahui, tapi satu yang pasti saya tunggu-tunggu dan nanti-nanti (jengjengjengggg) yang tak lain tak bukan adalah komentar dan saran yang sangat mendukung bagi saya. Thanks for your attention and see you when I post a new chapter of Biology :) VIVA LA BIOLOGY <3

Biology Careers in Industry

Siapa bilang guys orang-orang Biologi tidak turut andil dalam bidang industri?! Berjayanya suatu pabrik maupun perusahaan besar terkenal di dunia tak luput dari peranan biologi. Dari sini, kita mengetahui bahwa biologi mempunyai peranan sangat penting dan meluas. Yuk yuk yuk~ telusuri lebih dalam jejak-jejak biologi dalam industri....


Setelah berkembangnya biologi, khususnya pada cabang zoologi, botani, taksonomi, biokimia, mikrobiologi, dan bioteknologi, manusia telah berhasil menemukan berbagai bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku industri.
Berikut ini adalah contoh-contoh pemanfaatan biologi pada bidang industri:
a. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu, menyebabkan berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
b. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang, dan kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi benang sutera, maka berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
c. Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba/jasad renik, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit), maka berkembanglah industri obat-obatan, makanan/minuman yang berkhasiat obat. 

Contoh dalam industri makanan adalah sebagai berikut; Setelah diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi manusia dan dapat dibuat menjadi yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan yoghurt. Yoghurt ini dibuat dari susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri Lactobacillus, pada suhu 40 derajat celcius selama 2,5 jam sampai 3,5 jam. 
Contoh lainnya pemanfaatan mikrobiologi dalam bidang industri makanan adalah pada industri kecap, tempe, oncom, keju, roti, dan nata de coco, serta minuman anggur.

Dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri Escherichia coli yang ternyata dapat dibuat/disintesis menjadi insulin; insulin ini sangat berguna bagi penderita penyakit Diabetes Melitus pada manusia.
Contoh perkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada industri pembuatan antibiotik dan vaksin. Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari jamur Penicillium), Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin).

Bekerja Tanpa Pamrih, Memberi Kejelasan Satu Hal yang Pasti

Tentunya masih terngiang jelas di benak kita akan tragedi kecelakaan yang menimpa Pesawat AirAsia dengan nomer penerbangan QZ-8501 pada tanggal 28 Desember 2014, tragedi ini merenggut ratusan nyawa termasuk anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Tentunya evakuasi korban pesawat tidaklah mudah, apabila ditinjau dari buruknya cuaca maupun kondisi sang jenazah. Dari salah satu stasiun televisi swasta dikabarkan bahwa salah satu yang menjadi faktor penghambat ialah DNA yang tidak dapat teridentifikasi dikarenakan sudah banyak air yang masuk ke dalam tubuh. Ingin tahu lebih dalam mengenai seluk-beluk kinerja mereka? Stay focus on this post :)
Identifikasi mayat korban merupakan suatu proses penting yang dapat berguna untuk pendataan tentang subjek korban  sehingga kemudian dapat diserahkan kembali kepada keluarga korban.  Pemerintah sendiri telah membuat suatu prosedur yakni Disaster Victim Identification atau biasa disebut DVI merupakan suatu prosedur identifikasi yang dilakukan terhadap korban kematian akibat bencana massal ini. Dalam melakukan identifikasi, DVI mengacu pada standar baku International Police Organization (Interpol) yang terdiri dari:
  • Data primer berupa
  1. Profil gigi : bentuk gigi dan rahang merupakan ciri khas tiap orang. Tidak ada profil gigi yang identik pada 2 orang yang berbeda. Hal ini bergantung pula pada tipikal ras.
  2. Sidik jari (fingerprint) : sidik jari apda setiap orang memiliki pola yang berbeda dan tidak akan sama.
  3. Pemeriksaan DNA : DNA setiap orang juga pasti berbeda.
  • Data sekunder berupa
  1. Visual
  2. Fotografi
  3. Properti (pakaian, perhiasan, dokumen, dll)
  4. Medik – antropologi (pemeriksaan fisik secara keseluruhan, dari bentuk tubuh, tinggi badan, berat badan, ciri khas khusus dan bekas luka yang ada di tubuh korban)
Pada korban kematian akibat bencana besar, seringkali ditemukan  kesulitan  terutama karena penampakan tubuh korban yang sama sekali tidak bisa dikenali secara kasat mata karena sebagian besar tubuhnya telah hancur dan tidak berbentuk.
Dalam keadaan seperti inilah kemudian identifikasi khusus dibutuhkan.
Identification
Terdapat beberapa fase yang ada dalam DVI yakni :
  1. In the scene of incidents atau biasa disebut tempat kejadian peristiwa (TKP). Pada fase ini, dilakukan pembatasan area dengan menggunakan garis batas polisi sehingga area TKP tidak terganggudan  dapat dilakukan labelling pada korban dan dokumentasi untuk kepentingan identifikasi
  2. Collecting post mortem data yang terdiri dari pemeriksaan medik – antropologi, pengambilan foto, pengambilan sidik jari, pemeriksaan rontgen, pemeriksaan odontology forensik, hingga pengambilan sampling untuk pemeriksaan DNA
  3. Collecting ante mortem data yang biasa dilakukan dengan wawancara mengenai riwayat korban pada orang terdekat terutama keluarga
  4. Reconciliation, pada fase ini, data post mortem dan ante mortem yang telah didapatkan dibandingkan dan dicocokkan. Jika indikator kecocokan sudah dicapai, maka identitas korban akan semakin mudah untuk diketahui.
  5. Returning to the family atau proses pengembalian pada keluarga jika korban telah teridentifikasi, selanjutnya dilakukan rekonstruksi hingga didapatkan kondisi/kosmetik terbaik untuk kemudian dikembalikan pada keluarganya.
Dalam pelaksanaanya, identifikasi bukan merupakan perkara yang mudah. Banyak kesulitan yang dialami karena kurangnya sistem informasi dan pengumpulan data yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, proses reconciliation menjadi sulit dilakukan karena kurangnya data informasi ante mortem korban. Kesulitan-kesulitan tersebut dikarenakan hal-hal sebagai berikut :
  • Buruknya pencatatan dan rekam medis, sehingga data – data hasil pemeriksaan korban terutama data primer tidak tersimpan dan tercatat dengan baik.
  • Masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan tertent secara berkala, dalam kasus ini adalah gigi yang dapat digunakan sebagai data primer, sehingga data ante mortem profil gigi pun sulit didapatkan.
  • Kurangnya sosialisasi pemerintah untuk mengumpulkan data primer layaknya di luar negeri
Saya berharap semoga tragedi ini segera mendapatkan titik cerah dalam hal identifikasi jenazah yang sudah ada. Semoga pemerintah beserta Tim DVI Indonesia untuk ke depannya lebih meningkatkan kinerjanya atas dasar ikhlas semata dan niat baik yang berlatar kemanusiaan. And for the last but not least, semoga informasi ini berguna bagi pembaca. Salam Biologi!